Senin, 22 April 2013

Manajemen Humas


BAB II
LANDASAN TEORI

A.    Pengertian Hubungan Sekolah dan Masyarakat (Humas)
Hubungan lembaga pendidikan dan masyarakat adalah suatu proses komunikasi antara lembaga pendidikan dan masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kebutuhan dan praktek pendidikan dan pada akhirnya bekerjasama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga pendidikan (Maisyaroh, 2004:3)
Menurut kamus Fund and Wagnel Pengertian Humas adalah segenap kegiatan dan teknik/kiat yang digunakan organisasi atau individu untuk menciptakan atau memelihara suatu sikap dan tanggapan yang baik dari pihak luar terhadap keberadaan dan aktivitasnya. Sedangkan pengertian Humas dalam Pendidikan adalah Rangkaian pengelolaan yang berkaitan dengan kegiatan hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat (orang tua murid) yang dimaksudkan untuk menunjang proses belajar mengajar di lembaga pendidikan bersangkutan (Ardiansyah: 2011).
Berdasarkan definisi di atas pengertian humas secara umum adalah fungsi yang khas antara organisasi dengan publiknya, atau dengan kata lain antara lembaga pendidikan dengan warga di dalam (guru, karyawan, siswa) dan warga dari luar (wali siswa, masyarakat, institusi luar, patner sekolah). Dalam konteks ini jelas bahwa humas atau Public Relation (PR) adalah termasuk salah satu elemen yang penting dalam suatu organisasi kelompok ataupun secara individu. Adapun pengertian manajemen humas adalah suatu proses dalam menangani perencanaan, pengorganisasian, mengkomunikasikan serta pengkoordinasian yang secara serius dan rasional dalam upaya pencapaian tujuan bersama dari organisasi atau lembaga yang diwakilinya.


B.     Tujuan Hubungan Sekolah dan Masyarakat (Humas)
Mengenai tujuan hubungan sekolah dan masyarakat (orang tua murid), Leslie (dalam Indrafachrudi: 1994) merumuskan tujuan organisasi perkumpulan antara guru dan masyarakat (orang tua murid), adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengembangkan pengertian masyarakat (orang tua murid) tentang tujuan dan kegiatan pendidikan di sekolah.
2.      Untuk memperlihatkan bahwa rumah dan sekolah bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan pendidikan anak di sekolah.
3.      Untuk membari fasilitas pertukaran informasi antara orang tua dan guru yang kemudian mempunyai dampak terhadap pemecahan pendidikan anak.
4.      Perolehan opini masyarakat tentang sekolah dijadikan perencanaan untuk pertemuan dengan orang tua dalam rangka untuk kebutuhan murid-murid.
5.      Untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan pribadi anak.

C.    Penyusunan Program Hubungan Sekolah dan Masyarakat (Humas)
Menurut Nasution (2006) untuk menentukan strategi dalam kegiatan humas pada lembaga pendidikan yang akan dilakukan terlebih dahulu memperhitungkan:
1.      “Tujuan” apa yang hendak dicapai sesuai dengan perencanaan yang telah diperhitungkan dengan baik oleh pihak-pihak terlibat dalam manajemen lembaga pendidikan;
2.      “Strategi” apa dan bagaimana yang dipergunakan dalam perencanaan;
3.      “Program kerjanya” apa yang akan dilakukan dan dijabarkan sesuai langkah-langkah yang telah dijadwalkan;
4.      Menentukan “anggaran” atau “dana” yang sudah dipersiapkan, serta “daya” sebagai pendukung yang bersifat khusus.
Strategi humas ini adalah suatu cara alternatif optimal yang dipilih untuk melaksanakan atau ditempuh guna mencapai tujuan humas dalam kerangka suatu rencana humas. Untuk melaksanakan strategi humas menurut Ruslan (2001) dalam Nasution (2006) harus diupayakan sebagai berikut;
1.      Menempatkan posisi humas dekat dengan pimpinan lembaga pendidikan agar humas mengetahui secara jelas dan rinci mengenai pola perencanaan, kebijakan, keputusan yang diambil, visi dan arah tujuan lembaga pendidikan bersangkutan, agar tidak terjadi kesalahan dalam penyampaian pesan dan informasi yang berasal dari lembaga pendidikan kepada masyarakat;
2.      Humas dalam memberikan informasi mewakili lembaga pendidikan tersebut dapat dipertegas tentang batas-batas wewenang dan tanggungjawab dalam memberikan keterangan (sebagai juru bicara);
3.      Pimpinan atau staf  humas selalu diikutsertakan menghadiri setiap rapat atau pertemuan pada tingkat pimpinan agar dapat mengetahui secara langsung dengan tepat tentang “latar belakang” suatu proses perencanaan, kebijaksanaan, arah dan hingga tujuan organisasi yang hendak dicapai, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang;
4.      Agar humas humas diberi fungsi koordinasi berhubungan secara langsung dan segera dengan pimpinan puncak (rektor/direktur/kepala sekolah), tanpa melalui perantara pejabat/bagian lain;
5.      Humas harus bertindak secara proaktif dan dinamis serta fleksibel sebagai narasumber atau mengatur saluran komunikasi baik ke dalam maupun ke luar;
6.      Humas berperan melakukan tindakan mulai dari memonitor, merekam, menganalisis, menelaah, hingga mengevaluasi setiap reaksi feedback;
7.      Humas dapat memberikan sumbang saran, ide, dan rencana/program kerja kehumasan untuk memperbaiki/mempertahankan nama baik, kepercayaan, dan citra perusahaan terhadap publiknya.
Berdasarkan strategi yang harus diupayakan para praktisi, humas di lembaga pendidikan diperlukan beberapa pendekatan agar strategi tersebut bisa berjalan dengan lancar antara lain; pendekatan kemasyarakatan, pendekatan persuasif, sosial, kerjasama yang harmonis, dan koordinasi.

1.      Merencanakan Program Kerja Humas
Tujuan umum dari merencanakan program kerja dalam manajemen Humas adalah bagaimana upaya menciptakan hubungan harmonis antara lembaga pendidikan yang diwakilinya dengan masyarakat atau stakeholder, agar tujuan yang diharapkan dapat terwujud. Hal itu berkaitan dengan kemampuan staf Humas dalam manajemen teknis dan sebagai keterampilan manajerial, serta penuh konsentrasi dari pihak praktisi Humas untuk mengelola program kerja Humas dalam upaya pencapaian tujuan atau sasaran sebagaimana yang direncanakan.
Langkah-langkah kegiatan Humas dalam merencanakan program kerja menurut Rosady (2001) dalam Nasution (2006) ada beberapa tahapan sebagai berikut;
a.       Menganalisis perilaku umum dan hubungan organisasi terhadap lingkungan;
b.      Menentukan dan memahami secara benar perilaku tiap-tiap kelompok terhadap organisasi;
c.       Menganalisis tingkat opini publik, baik ke dalam maupun ke luar;
d.      Mengantisipasi kecenderungan masalah yang potensial, kebutuhan, dan kesempatan;
e.       Menentukan formulasi dan merumuskan kebijakan;
f.       Merencanakan alat atau cara yang sesuai untuk meningkatkan atau mengubah perilaku kelompok masyarakat sasaran;
g.      Menjalankan dan melaksanakan aktivitas sesuai dengan program yang direncanakan;
h.      Menerima umpan balik untuk dievaluasi, kemudian mengadakan penyesuaian yang diperlukan.

2.      Menyusun Rencana Program Kerja Humas
Semua kegiatan Humas terlebih dahulu hendaknya disusun melalui rencana program kerja Humas dalam program rutin (jangka pendek) dan program kerja insedentil (jangka panjang). Dalam implementasi program kerja harus dilaksanakan secara terus menerus dan kronologis. Adapun program kerja yang akan dilaksanakan menurut Nasution (2006) dapat dibagi menjadi 2 kegiatan yakni:
a.       Program Kerja Rutin
Program kerja rutin adalah kegiatan yang dilaksanakan secara terus menerus dan kronologis.
b.      Program Kerja Insidentil
Program kerja insidentil adalah kegiatan yang dilaksanakan pada periode tertentu. Program kerja ini pada prinsipnya membantu pelaksanaan semua program kerja yang dilaksanakan kantor pusat dalam bidang komunikasi dan publikasi untuk semua warga sekolah/organisasi pendidikan maupun masyarakat luas.

D.    Teknik-Teknik Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Ada banyak teknik pelaksanaan program hubungan lembaga pendidikan dan masyarakat. Agar penerapan teknik berhasil, lembaga pendidikan perlu memperhatikan komitmen masyarakat terhadap pendidikan. Kalau komitmen masyarakat masih belum muncul maka perlu dibangkitkan komitmennya. Masyarakat perlu disentuh hatinya agar mereka merasa perlu pendidikan. Tidak ada Negara maju tanpa keberadaan lembaga pendidikan yang berkualitas. Lembaga pendidikan yang berkualitas tentunya membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak, baik dari segi biaya, tenaga maupun pemikiran yang cemerlang demi kemajuan lembaga pendidikan. Kalau kegiatan pembelajaran ingin berkualitas, maka sumber belajar juga harus lengkap, guru harus berkualitas. Semua itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, pepatah jawa mengatakan “jer basuki mawa bea”. Setiap kegiatan yang berkualitas butuh biaya. Kalau sesuatu ingin baik maka perlu disediakan biaya yang banyak.
Sebenarnya meskipun biaya pendidikan mahal, masyarakat tidak akan dirugikan. Pada dasarnya kalau pendidikan berkualitas maka yang memetik hasilnya adalah masyarakat. Misalnya, lembaga pendidikan yang menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dalam bidang penguasaan teknologi informasi, maka pihak pemakai lulusan akan memperoleh keuntungan. Tenaga yang mampu dan terampil dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi perusahaan atau pengguna lulusan yang lain.
Untuk itu hal yang perlu dilakukan lembaga pendidikan adalah meyakinkan kepada masyarakat bahwa pendidikan yang berkualitas itu penting dan perlu terwujud pada setiap lembaga pendidikan. Langkah awal yang dapat dilakukan agar masyarakat merasakan perlunya pendidikan yang berkualitas yaitu penerapan pendekatan budaya. Dalam pendekatan budaya masyarakat diajak untuk mengetahui dan mengenal pendidikan, meyakini manfaat pendidikan, dan percaya terhadap mutu pendidikan. Dengan proses ini diharapkan masyarakat merasa bahwa pendidikan mutlak diperlukan.
Menurut Maisyaroh (2004:23-24) teknik penyelenggaraan hubungan lembaga pendidikan dan masyarakat dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu teknik pertemuan kelompok, teknik tatap muka, observasi dan partisipasi, surat menyurat dengan berbagai pihak yang dapat dikaitkan dengan penyelenggaraan pendidikan.
1.      Teknik Pertemuan Kelompok
Teknik pertemuan kelompok dapat berupa diskusi, seminar, lokakarya, sarasehan, rapat dan sebagainya. Yang dilibatkan dalam pertemuan kelompok adalah guru, staf tata usaha, tokoh masyarakat, staf dari instansi yang terkait dengan penyelenggaraan program pendidikan, pengguna lulusan, guru/dosen dari lembaga pendidikan lain, dokter, dan sebagainya. Ragam unsur yang dilibatkan didalam kegiatan ini tergantung dari tema yang sedang dibahas. Tema yang dibahas bisa berkaitan dengan peningkatan kemampuan staf sekolah, peningkatan kemampuan siswa, pengembangan sarana dan prasarana sekolah, optimalisasi perlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan dan juga dikembangkan tema yang menarik sesuai kondisi yang ada.
2.      Teknik Tatap Muka
Teknik tatap muka dilakukan antara pihak lembaga pendidikan dan masyarakat secara individual. Pihak lembaga pendidikan dapat berkunjung ke rumah siswa yang menghadapi masalah. Pihak lembaga pendidikan dapat memanggil orangtua atau wali siswa yang bermasalah atau siswa yang memiliki kemampuan lebih dan perlu pembinaan bersama agar kemampuannya dapat berkembang secara maksimal.
3.      Obvserasi dan Partisipasi
Observasi dan partisipasi masyarakat terhadap pelaksanaan pendidikan perlu dilakukan. Sekolah perlu member kesempatan kepada masyarakat untuk menunjungi, mengobservasi, dan berpartisipasi dalam kegiatan sekolah. Orangtua siswa dapat mengunjungi sekolah untuk mengobservasi proses belajar siswa. Orangtua memiliki keterampilan tertentu dapat membantu guru mengajar. Dalam hal ini orangtua sebagai narasumber pembahasan materi tertentu. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat mengetahui secara langsung hambatan dan faktor pendukung penyelenggaraan pendidikan, masyarakat mengetahui keberhasilan lembaga pendidikan, akhirnya masyarakat diharapkan mau membantu pelaksanaan pendidikan di lembaga pendidikan.
4.      Surat Menyurat dengan Berbagai Pihak yang Terkait dengan Penyelenggaraan Pendidikan
Surat menyurat sudah lazim dilakukan oleh setiap lembaga pendidikan. Selain biaya yang cukup murah, teknik ini dianggap mampu dilakukan setiap lembaga yang sederhana maupun lembaga yang sudah besar perkembangannya.
Dipihak lain, secara teoritis Layanan Riset Pendidikan dan Asosiasi Nasional Kepala Pendidikan Dasar di Alexandria merumuskan berbagai teknik untuk meningkatkan keterlibatan berbagai pihak dalam menyelenggarakan pendidikan (dalam Maisyaroh, 2004:23). Teknik yang dimaksud dapat dikemukakan dengan asosiasi:
a.       Layanan masyarakat
Pihak lembaga pendidikan mempelajari kebutuhan masyarakat, melihat dan menganalisis apa yang bisa dilakukan lembaga pendidikan untuk membantu memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
b.      Program pemanfaatan alumni sekolah
Para alumni dapat dilibatkan dalam kegiatan sekolah, misalnya menjadi pembicara dalam kegiatan seminar-seminar di sekolah, keberhasilannya dalam menempuh karir dapat diinformasikan kepada peserta didik agar bersemangat dalam belajarnya, dapat menentukan karir, dan meningkatkan kemampuannya sehingga bisa sukses seperti kakak kelasnya yang telah lulus.
c.       Masyarakat sebagai model
Masyarakat menjadi model peserta didik di sekolah terutama masyarakat yang telah berhasil dalam kehidupannya.
d.      Pemberian kesempatan kepada masyarakat
         Lembaga pendidikan memberi kesempatan kepada masyarakat secara sukarela untuk membantu kegiatan lembaga pendidikan.
e.       Pengiriman pembicara
Anggota staf lembaga pendidikan yang berminat diberi kesempatan untuk mempromosikan program dan prestasi lembaga pendidikan ke masyarakat.
f.       Masyarakat sebagai sumber informasi
         Pihak lembaga pendidikan menanyakan kepada anggota masyarakat tentang isu-isu hangat terkait dengan pengembangan lembaga, hasilnya dibuat semacam rekomendasi untuk pengembangan lembaga pendidikan.
g.      Diskusi Panel
         Siswa, ortu siswa, staf sekolah dan pekerja yang lain, anggota masyarakat mengadakan pertemuan untuk menindak lanjuti kegiatan lembaga pendidikan agar semua usaha yang telah dilakukan dapat dirasakan manfaatnya oleh semua pihak.
Untuk menggambarkan keadaan sekolah kepada masyarakat ada beberapa cara atau metode yang lain. Gambaran tersebut diharapkan tercipta hubungan yang lebih erat antara sekolah dengan masyarakat. Menurut Indrafachrudi (dalam Soetopo dan Soemanto, 1982: 246) ada 11 teknik yang dapat dilakukan untuk memberikan gambaran tentang sekolah yang perlu diketahui oleh masyarakat, yaitu:
1.      Laporan Kepada Orangtua Murid
         Laporan yang diberikan oleh sekolah kepada masyarakat berisi laporan tentang kemajuan anak, aktivitas anak di sekolah, kegiatan sekolah sendiri, dan segala sesuatu yang  terjadi di sekolah sehubungan dengan pendidikan anak. Laporan ini dapat dilakukan setiapsemester. Laporan tersebut tidak berupa angka-angka akan tetapi menyangkut informasi yang bersifat diagnosik. Artinya dalam laporan tersebut dicantumkan juga kelebihan dan kelemahan anak, disertai dengan jalan pemecahan yang kiranya dapat dilakukan oleh orangtua dalam ikut membantu kesuksesan belajar anak.
2.      Bulletin Bulanan
         Bulletin bulanan dapat diusahakan oleh guru, staf sekolah dan para orangtua yang dapat diterbitkan satu bulan sekali. Isi bulletin sekolah ini adalah tentang kegiatan sekolah, artikel-artikel guru dan juga murid, pengumuman-pengumuman sekolah berita-berita masyarakat yang perlu diketahui sekolah dan sebagainya. Di samping bulletin, sekolah dapat pula menerbitkan “Booklet” yaitu buku kecil yang diberikan kepada keluarga yang anaknya sekolah di sekolah tersebut. Isi “Booklet” adalah petunjuk cara belajar di sekolah yang bersangkutan, fasilitas sekolah, kurikulum yang dipakai, keadaan sekolah dan sejarahnya. Pengurus sekolah dan pengurus OSIS, kemajuan dan aktivitas sekolah selama ini dan program kerja pada saat itu.
3.      Penerbitan Surat Kabar
         Apabila dimungkinkan, sekolah dapat menerbitkan surat kabar sekolah. Isinya menyangkut segala aspek yang menunjang kesuksesan program pendidikan. Artikel-artikel yang dimuat harus berkaitan dengan dunia pendidikan sesuai dengan bidang yang dipelajari peserta didik. Berita-berita yang dimuat hendaknya juga berita-berita yang memiliki nilai didik.
4.      Pameran Sekolah
         Pameran sekolah merupakan metode yang sangat efektif untuk memberikan gambaran tentang keadaan sekolah dengan berbagai aktivitasnya. Masyarakat dapat melihat secara langsung keadaan sekolah dengan mengunjungi pameran tersebut. Tempat penyelenggaraan pameran dapat di dalam atau di luar kelas yaitu di halaman sekolah. Bahkan dapat juga dapat dilakukan di luar sekolah. Tentu yang terakhir ini memerlukan pengelolaan yang lebih rumit. Barang-barang yang dapat dipamerkan dapat berupa hasil karya siswa dan guru, alat-alat peraga dan hasil panenan kebun atau sawah (bila ada).
5.      Open House
         ”Open House” merupakan suatu metode mempersilakan masyarakat yanng berminat untuk meninjau sekolah serta mengobservasi kegiatan dan hasil kerja murid dan guru yang diadakan pada waktu yang telah terjadwal. Pada saat itulah masyarakat dapat melihat secara langsung proses belajar mengajar yang berlangsung di sekolah. Dari gambaran ini masyarakat dapat memberikan penilaian atas pelaksanaan pendidikan di sekolah tersebut. Masyarakat juga dapat mengontrol sekolah dengan memberikan bantuan kepada sekolah baik berupa material maupun spirit, karena mereka merasa ikut bertanggungjawab atas pendidikan anak-anaknya di sekolah, walaupun tanggungjawab masyarakat ini tidak terumuskan secara formal.
6.      Kunjungan Ke Sekolah (School Visitation)
         Kunjungan orang tua murid ke sekolah pada saat pelajaran berlangsung yang dimaksudkan agar para orangtua murid berkesempatan melihat anak-anaknya pada waktu mangikuti pelajaran. Di samping itu orang tua dapat melihat kegiatan anak di laboratorium, di bengkel atau di kebun. Kunjungan orangtua ini dapat dilakukan oleh para orangtua sewaktu-waktu, sehingga mereka dapat melihat kewajaran yang terjadi di sekolah itu.
7.      Kunjungan Ke Rumah Murid (Home Visitation)
         Kunjungan ke rumah murid dilakukan untuk melihat latar belakang kehidupan murid di rumah. Penerapan metode ini akan mempererat hubungan antara sekolah dengan orang tua murid, di samping itu dapat menjalin silaturahim antara guru dengan orangtua murid. Masalah-masalah yang dihadapi murid di sekolah dapat dibicarakan secara kekeluargaan dan persahabatan intim. Kunjungan ke rumah orangtua murid harus direncanakan dan harus mengemban policy sekolah. Jadi tidak boleh dilakukan di luar kepentingan anak didik.
8.      Melalui Penjelasan Oleh Staf Sekolah
         Kepala sekolah hendaknya berusaha agar semua personel sekolah turut aktif mengambil bagian dalam penyuksesan program hubungan sekolah dengan masyarakat. Para personel sekolah dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang kebijakan sekolah, organisasi sekolah dan semua kegitan sekolah. Kepala sekolah dapat menambahkan loyalitas para staf dengan mengikutsertakan mereka dalam setiap kegiatan dan menghargai prestasi yang telah mereka capai.
9.      Gambaran Keadaan Sekolah Melalui Murid
         Murid dapat juga mendorong untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang keadaan sekolah. Jangan sampai murid-murid menyebarkan isu-isu yang tidak baik mengenai sekolah.
10.  Melaui Media Elektronik
         Media elektronik mempunyai daya yang kuat dalam menyebarkan pengaruh informasi yang disiarkan. Melalui media elektronik ini masyarakat akan lebih mengenal situasi dan kondisi perkembangan sekolah. Melalui media elektronik ini dapat menyampaikan berita-berita dan pengumuman yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan, termasuk apabila ada permohonan sumbangan dari pihak sekolah. Media elektronik dapat berupa televisi, radio, telepon, handphone, internet, email, website dan lain-lain.
11.  Laporan Tahunan
         Laporan tahunan disusun oleh kepala sekolah untuk diberikan kepada penilik sekolah atau kepada Kantor Departemen P dan K kecamatan yang mewadahinya atau kepada atasan langsungnya. Isi laporan tahunan tersebut mencakup kegiatan yang telah dilakukan, kurikulum, personalia, anggaran dan situasi murid.
Cara lain yang diungkapkan oleh Indrafachrudi (1976:132), dapat dilakukan dengan cara:
1.      Organisasi perkumpulan alumni sekolah
         Organisasi ini merupakan alat yang baik untuk dimanfaatkan dalam memelihara serta meningkatkan hubungan antara sekolah dengan masyarakat. Murid-murid yang sudah tamat sekolah biasanya mempunyai kenang-kenangan dari sekolahnya dan mereka merasa berkewajiban moral untuk membantu sekolahnya baik berupa materiil maupun moril.
2.      Organisasi orangtua murid (Komite Sekolah)
         Komite Sekolah adalah badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat dalam  rangka meningkatkan mutu, pemerataan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan, baik pada pendidikan pra sekolah, jalur pendidikan sekolah maupun jalur pendidikan luar sekolah. Nama badan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan daerah masing-masing satuan pendidikan, seperti Komite Sekolah, Komite Pendidikan, Komite Pendidikan Luar Sekolah, Dewan Sekolah, Majelis Sekolah (Kemediknas RI UU 044/2/2002).

E.     Teknik-Teknik Hubungan Sekolah dan Masyarakat dengan Dunia Usaha/ Dunia Industri (DU/DI) Perusahaan
Menurut Buchori (dalam Suparlan, 2005), Sekolah tidak dapat dikatakan sebagai suatu lembaga sosial yang berdiri sendiri, terlepas dari lembaga-lembaga sosial lain. Sekolah harus dipandang sebagai suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat yang ada di sekitarnya, baik masyarakat lokal, maupun masyarakat daerah atau masyarakat nasional.
Menurut Anwaruhamka (2010), pembangunan merupakan proses terus menerus untuk mencapai kesempurnaan. Pembangunan di Indonesia mencakup berbagai sektor salah satu diantaranya adalah sektor pendidikan. Peranan sektor pendidikan dalam mempersiapkan sumber daya tersebut diatas tidak dapat diabaikan. Program pendidikan harus berorientasi pada kebutuhan pasar kerja. Demikian pula produk yang dihasilkan oleh dunia usaha merupakan konsumsi masyarakat luas. Dengan demikian proses pelatihan akan memberi arti pada pencapaian tujuan pendidikan nasional.
Dengan kebijaksanaan Dinas Pendidikan nasional tentang pendekatan Pendidikan dengan Sistem Ganda sebagai pola utama penyelenggaraan Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas tamatan agar lebih sesuai dengan tuntutan kebutuhan. Pembangunan Nasional pada umumnya, dan kebutuhan ketenaga kerjaan pada khusunya, sebagai bagian tak terpisahkan dari kebijaksanaan Link and Macth yang berlaku bagi semua jenis jenjang pendidikan di Indonesia. Munculnya gagasan Link and Macth (keterkaitan dan kesepadanan) ternyata telah membuka peluang bagi pihak pelaksana pendidikan khususnya Pendidikan Menengah Kejuruan untuk memungkinkan bekerja sama dengan Dunia Usaha dalam membina dan mengembangkan potensi di lapangan.
Link and Macth juga memberi kesempatan bagi peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan untuk mengembangkan kreatifitas belajar pada wahana pendidikan yang lebih realistis. Pihak Sekolah Menengah Kejuruan harus dapat memanfaatkan Dunia Usaha ini sebagai wahana pelatihan yang paling efektif bagi pembentukan ketrampilan dan sikap profesional para lulusan.
Dengan adanya kesepakatan kerjasama antara pihak sekolah dengan Dunia Usaha maka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) para peserta didik di Sekolah Menengah Kejuruan akan memperoleh pengalaman yang sangat berharga sebagai persiapan memasuki bursa kerja. Proses kegiatan Belajar Mengajar seperti ini disebut Pendidikan Sistem Ganda.
Pada prinsipnya Pendidikan Sistem Ganda adalah kerja sama dengan Dunia Usaha/Dunia Industri yaitu saling membantu, saling mengisi dan saling melengkapi untuk meraih keuntungan bersama. Selagi Pendidikan Sistem Ganda tidak menjadi beban Dunia Usaha/Dunia Industri, kerja sama tersebut dapat ditumbuh kembangkan sekaligus sebagai wujud atau peran serta Dunia Usaha/Dunia Industri dalam pembangunan nasional pada umumnya dan pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda khusunya.
Dalam pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda guru merupakan kunci keberhasilan pendidikan formal sebab secara dinamis tuntutan mutu lulusan Sekolah Menengah Kejuruan dipengaruhi oleh kualitas gurunya. Perkembangan teknologi di Dunia Usaha dan Dunia Industri sangat pesat maka dirasakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan masih perlu secara dinamis ditingkatkan kemampuannya agar memenuhi kesempatan kerja.
Disadari bahwa penyiapan Sumber Daya Manusia yang tangguh sebagai modal pembangunan yang produktif adalah menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, masyarakat dan keluarga. Maka dukungan semua pihak untuk menyelenggarakan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan yang dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas sesuai dengan misinya yang diperlukan. Kreatifitas guru dalam mempersiapkan bahan ajar sangat menentukan kebutuhan pengetahuan sebagai kesiapan diri pada peserta didiknya untuk memasuki lapangan kerja dan kehidupan masyarakat dikemudian hari.
Penguatan sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat (terutama masyarakat DUDI), diharapkan dapat ikut mendorong dan meningkatkan mutu layanan pendidikan yang ada di daerah. Perlu kita ketahui bahwa syarat utama yang diperlukan untuk membangun kepercayaan dari pihak DUDI, tidak lain adalah adanya transparansi, demokratiasi, dan akuntabelitas yang dilakukan oleh semua komponen pendidikan, termasuk di dalamnya Dewan Pendidikan, sebagai lembaga mandiri, wadah peran serta masyarakat (Suparlan, 2005)




DAFTAR RUJUKAN
Anwaruhamka. 2010. Peran dunia Usaha dan Dunia Industr (Online) (http://www.anwaruhmkablogspot.com/2010/10/PERAN DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI (DUDI) DALAM DUNIA PENDIDIKAN _ Anwaruhamka20's Blog.html)
Ardiansyah , M. Asrori. 2011. Teknik-teknik Humas Pendidikan. (Online) (http://www.majalahpendidikan.com/2011/04/teknik-teknik-humas-pendidikan_22.html).
Indrafachrudi, Soekarto dan Frans Mataheru. 1976. Administrasi Sekolah. Malang: IKIP Malang.
Indrafachrudi, Soekarto. 1994. Bagaimana Mengakrabkan Sekolah dengan Orang tua Murid dan Masyarakat. Malang: IKIP.
Maisyaroh. 2004. Buku Ajar Manajemen Hubungan Masyarakat. Malang: Universitas Negeri Malang.
Nasution, Zulkarnain. 2006. Manajemen Humas di Lembaga Pendidikan. Malang: UMM Press.
Soetopo, Hendyat dan Wasty Soemanto. 1982. Pengantar Operasional Administrasi Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.
Suparlan. 2005. Peran Dunia Usaha dan Dunia Industri dalam bidang Pendidikan (Online) (http://www.suparlan.com/ Peran Dunia Usaha dan Dunia Industri dalam Bidang Pendidikan _ Suparlan.html)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar